HUBUNGAN ILMU KALAM, FILSAFAT, DAN TASAWUF
A. LATAR
BELAKANG
Mempelajari mata kuliah ilmu kalam merupakan salah
satu komponen rukun iman. Percaya kepada rukun iman berarti meyakini dengan
mengucapkan dengan lisan, dan melaksanakan dengan sepenuh hati. Dengan ilmu
kalam diharapkan iman seseorang mukmin mampu meresap ke dalam hati yang
terdalam. Ilmu kalam dengan metodenya berusha mencari kebenaran tetang tuhan
yang berkaitan dengan-Nya.
Kajian agama erat kaitannya dengan kajian filosofis,
lantaran agama juga menyangkut fudamental
value dan ethnic values, untuk
tidak semata- mata bersifat teologis. Hal demikian dapat dimaklumi, lantaran
pendekataan legal-formal dan lebih-lebih lagi pendekatan fiqih jauh lebih
dominan dari pada pendekatan yang lainnya.
Baik ilmu kalam, filsafat, maupun tasawuf berurusan
dengan hal yang sama, yaitu kebenaran.
Perbedaannya terletak pada aspek metodologinya. Ilmu
kalam menggunakan logika pada dasarnya ilmu ini menggunakan metode dialektika
(dialog keagamaan). Sementara itu, ilmu filsafat adalah ilmu yang digunakan
untuk memperoleh kebenaran rasional. Ilmu tasawuf adalah yang menekankan pada
rasa dari pada rasio.
Oleh karena itu, dalam makalah ini disampaikan
tentang hubungan ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf.
Abdul Rozak dan Rosihon
Anwar, 2014, Ilmu Kalam edisi revisi, Pustaka Setia, Bandung,
hlm. 15.
A. RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan,
maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Apa
pengertian ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf.
2. Apa
persamaan antara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf.
3. Apa
perbedaan anatara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf.
4. Bagaimana
hubungan ilmu kalam, filsaafat, dan tasawuf.
B. TUJUAN
PENULISAN MAKALAH
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan
penulisan makalah ini adalah:
1.
Untuk mengetahui
pengertian ilmu kalam filsafat dan tasawuf.
2.
Untuk mengetahui ilmu
kalam filsafat dan tasawuf.
3.
Untuk mengetahui
perbedaan ilmu kalam filsafat dan tasawuf.
4.
Untuk mengetahui hubungan
ilmu kalam filsafat dan tasawuf.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ilmu Kalam,
Filsafat, dan Tasawuf
1. Ilmu
kalam
Ilmu
kalam adalah disiplin ilmu yang membahas tentang dzat dan sifat-sifat Allah
serta eksistensi semua yang mukmin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia
sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin islam.
Ilmu
kalam biasa disebut dengan beberapa nama antara lain ilmu ushuludin, ilmu
tauhid, fiqih al-akbar dan teologi islam.
Pengertian Ilmu kalam
menurut para ahli :
a) Syaikh Muhammad Abduh
bahwa ilmu tauhid ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah tentang sifat-sifat yang wajib
tetap bagi-Nya. Sifat-sifat yang jaiz disifatkan kepadaNya dan tentang sifat mustahil
dari pada-Nya.dan membahas tentang rosul Allah untuk menetapkan kebenaran
risalahnya, apa yang diwajibkan atas dirinya, hal yang jaiz yang
dihubungkan/dinisbatkan pada diri mereka dan hal yang terlarang / mustahil
menghubungkannya kepada diri mereka.
b) Hasbi al-Shiddieqy ilmu tauhid ialah ilmu yang membicarakan tentang
cara-cara menetapkan akidah agama dengan menggunakan dalil-dalil yang
meyakinkan, baik dalil naqli, aqli ataupun dalil wijdani (perasaan halus)
2. Filsafat
Filsafat adalah ilmu yang digunakan untuk memperoleh
kebenaran rasional[3].
Pengertian
filsafat secara umum bisa diartikan sebagai suatu kebijaksanaan hidup
(filosofia) untuk memberikan suatu pandangan hidup yang menyeluruh berdasarkan
refleksi atas pengalaman hidup maupun pengalaman ilmiah. Filsafat bisa juga
diartikan sebagai ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi
segala sesuatu yang berdasarkan pikiran atau rasio.
Pengertian
filsafat menurut para tokoh
a) Harun
Nasution, filsafat adalah berfikir menurut tata tertib atau logika dengan bebas
(tak terikat tradisi, dogma, atau agama) dan dengan sedalam dalamnya sehingga
sampai ke dasar-dasar persoalan.
b) Plato(
427-347SM), filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada.
c) Aristoteles(384-347
SM), Yang merupakan murid plato menyatakan filsafat menyelidiki sebab dan asas
segala benda.
d) Marcus
Tullius Cicero(106-43SM), Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha
agung dan usaha untuk mencapainya.
e) Alfarabi,
filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan
menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.
3. Tasawuf
Pengertian
tasawuf menurut istilah atau terminologi pun diartikan secara variatif oleh
para ahli sufi, berikut adalah pengertian menurut para ahli:
a) Harun
Nasution mengemukakan bahwa tasawuf adalah kata yang yang bisa dihubungkan
dengan kata tassawuf ada 4 yaitu As-Habus
Suffah (orang-orang yang ikut nabi pindah ke madinah), Saf(barisan), Sufi
(suci), Suf(wol) semua itu dapat
dihubungkan dengan tasawuf.
b) Ibnu
khaldum mendefenisikan bahwa tasawuf
adalah semacam
ilmu syariat yang timbul kemudian didalam agama, asalnya adalah bertekun ibadah
dan memutuskan hubungan dengan segala sesuatu selain Allah, hanya menghadap
Allah semata.
c) Syekh
Muhammad Al-Kurdi bahwa tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya dapat
diketahui hal ihwal(perbuatan) kebaikan dan keburukan jiwa, cara
membersihkannya dari (sifat-sifat yang buruk) dan mengisinya dengan sifat-sifat
terpuji.
B.
Persamaan Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf
Ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf mempunyai objek kajian yang mirip. Objek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Objek kajian filsafat pun adalah masalah ketuhanan disamping masalah alam, manusia, dan segala sesuatu yang ada. Objek kajian tasawuf adalah Tuhan, yaitu upaya-upaya pendekatan terhadap-Nya. Jadi dari aspek objeknya, ketiga ilmu itu sama-sama membahas masalah yang berkaitan dengan ketuhanan.
Baik ilmu Kalam, filsafat,
maupun tasawuf bertujuan sekurang-kurangnya berurusan dengan hal yang
sama, yaitu kebenaran.
C.
Perbedaan Diantara Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf
Perbedaan diantara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf
terletak pada aspek metodologinya yaitu:
1.
Ilmu kalam
a) Sebagai ilmu yang menggunakan logika (disamping
argumentasi-argumentasi naqliyah)
b)
Berfungsi untuk
mempertahankan keyakinan ajaran agama yang sangat tampak nilai-nilai
apologinya.
c)
Berisi
keyakinan-keyakinan agama yang dipertahankan melalui argumen-argumen rasional.
d)
Bermanfaat sebagai
ilmu yang mengajak orang yang baru untuk megenal rasio sebagai upaya untuk
mengenal Tuhan secara rasional.
e)
Ilmu ini
menggunakan metode dialektika (jadaliyah/ dialog keagamaan
f)
Berkembang menjadi
teologi rasional dan tradisional.
2. Filsafat
a)
Menggunakan metode
rasional.
b)
Berpegang teguh
pada ilmu pengetahuan melalui usaha menjelaskan konsep-konsep
c)
Berperan sebagai
ilmu yang mengajak kepada orang yang mempunyai rasio secara prima untuk
mengenal Tuhan secara lebih bebas melalui pengamatan dan kajian alam dan
ekosistemnya secara langsung.
d)
Berkembang menjadi
sains dan filsafat sendiri.
e)
Kebenaran yang
dihasilkan ilmu filsafat : kebenaran korespondensi, koherensi, dan pragmatik.
3. Tasawuf
a)
Lebih menekankan
rasa daripada rasio.
b)
Bersifat
subyektif, yakni berkaitan dengan pengalaman.
c)
Kebenaran yang
dihasilkan adalah kebenaran Hudhuri.
d)
Berperan sebagai
ilmu yang memberi kepuasan kepada orang yang telah melepaskan rasionya secara
bebas karena tidak memperoleh apa yang ingin dicarinya.
e)
Perkembangan
menjadi tasawuf praktis dan teoritis
C. Hubungan Ilmu Kalam Filsafat dan Tasawuf
1.
Hubungan ilmu kalam
dengan filsafat
Ilmu
kalam merupakan dispilin ilmu keislaman yang mengedepankan tentang persoalan
persoalan kalam tuhan. Persoalan- persoalan kalam ini biasanya mengarah pada
perbincangan yang mendalam dengan dasar-dasar argumentasi, baik
raisoanal(aqliyah) maupun naqliyah. Argumentasi nasional yang dimaksudkan
adalah landasan pemahman yang cenderung menggunakan metode berfikir filosofis,
sedangkan argumentasi naqliyah biasanya bertendensi pada argumentasi berupa
dalil-dalil quran dan hadist.
Banyak
para ahli yang berpendapat bahwa ilmu kalam dan filsafat islam memiliki
hubungan karena pada dasarnya ilmu kalam adalah ilmu ketuhan dan keagamaan,
sedangkan filsafat islam adalah pembuktian intelektualnya.
Pembahasan
bagi ilmu kalam berdasar pada Allah swt. Dan sifat-sifatnya serta hubungannya
dengan alam dan manusia yang berada dibawah syari’at-Nya.
2.
Hubungan Ilmu kalam
dengan tassawuf
Ilmu
kalam sering menempatkan dirinya pada kedua pendekatan ini (aqli dan naqli),
suatu metode argumentasi yang dialektika. Jika pembicara ilmu kalam hanya
berkisar pada keyakinan keyakinan yang harus dipegang oleh umat islma,tanpa
argumentasi rasional,ilmu ini lebih spesifik mengambil bentuk sendiri dengan
istilah ilmu tauhid atau ilmu aqa’id.
Ilmu
kalam dengan metodenya , berusaha
mencari kebenaran tentang tuhan dan yang berkaitan dengan Nya. Ilmu
tasawuf membicarakan penghayatan samapai
pada penanaman kejiwaan manusia.Dengan metodenya menghampiri kebenaran yang
bekaitan dengan perjalanan spritual menuju Tuhan.
Pada
ilmu kalam ditemukan pembahasan iman dan definisinya, kekufuran dan
manifestasinya, serta kemunafikan dan batasannya. Sementara pada ilmu tasawuf
ditemukan pembahsan jalan atau metode praktis untuk merasakan keyakinan dan
ketentraman.
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan
Ilmu
kalam ialah ilmu yang berisi alasan alasan yang mempetahakan kepercayaan
kepercayaan iman dengan menggunakan dalil-dalil pikiran.
Hubungan
ilmu kalam filsafat dan tasawuf memiliki metodologi penyampainnya
masing-masing, ilmu kalam dengan metodologinya berusaha mencari kebenaran
tentang tuhan, sedangkan tasawuf dengan metodologinya berkaitan dengan perjalanan
spiritual menuju Tuhan, dan filsafat dengan metodologinya berkaitan tentang
alam, manusia, maupun tentang tuhan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul
Rozaq dan Rosihon Anwar, 2014, Ilmu kalam (Edisi Refisi) , CV Pustaka
Setia, Bandung.
Muhammad
Hasbi, 2015, Ilmu Kalam Memotret Berbagai
Aliran Teologi Dalam Islam, Trustmedia Publishing, Yogyakarta.
Nunu
Burhanudin, 2016, Ilmu Kalam Dari Tauhid
Menuju Keadilan Ilmu Kalam Tematik,Klasik, dan Kontemporer, Prenadamedia
Group, Jakarta.
Tri
Bintang, ”Pengertian Filsafat Secara Umum, Etimologi dan Menurut Para
Ahli”,www.zonareferensi.com,
Anonim,”Pembahasan Tasawuf Lengkap”, www.masuk-islam.com