Rabu, 02 September 2020

HUBUNGAN ILMU KALAM, FILSAFAT, DAN TASAWUF

 HUBUNGAN ILMU KALAM, FILSAFAT, DAN TASAWUF


A.      LATAR BELAKANG

Mempelajari mata kuliah ilmu kalam merupakan salah satu komponen rukun iman. Percaya kepada rukun iman berarti meyakini dengan mengucapkan dengan lisan, dan melaksanakan dengan sepenuh hati. Dengan ilmu kalam diharapkan iman seseorang mukmin mampu meresap ke dalam hati yang terdalam. Ilmu kalam dengan metodenya berusha mencari kebenaran tetang tuhan yang berkaitan dengan-Nya.

Kajian agama erat kaitannya dengan kajian filosofis, lantaran agama juga menyangkut fudamental value dan ethnic values, untuk tidak semata- mata bersifat teologis. Hal demikian dapat dimaklumi, lantaran pendekataan legal-formal dan lebih-lebih lagi pendekatan fiqih jauh lebih dominan dari pada pendekatan yang lainnya.

Baik ilmu kalam, filsafat, maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran.

Perbedaannya terletak pada aspek metodologinya. Ilmu kalam menggunakan logika pada dasarnya ilmu ini menggunakan metode dialektika (dialog keagamaan). Sementara itu, ilmu filsafat adalah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Ilmu tasawuf adalah yang menekankan pada rasa dari pada rasio.

Oleh karena itu, dalam makalah ini disampaikan tentang hubungan ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf.



Abdul Rozak dan Rosihon Anwar, 2014, Ilmu Kalam edisi revisi, Pustaka Setia, Bandung, hlm. 15.

A.      RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1.      Apa pengertian ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf.

2.      Apa persamaan antara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf.

3.      Apa perbedaan anatara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf.

4.      Bagaimana hubungan ilmu kalam, filsaafat, dan tasawuf.

 

B.       TUJUAN PENULISAN MAKALAH

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah:

1.        Untuk mengetahui pengertian ilmu kalam filsafat dan tasawuf.

2.        Untuk mengetahui ilmu kalam filsafat dan tasawuf.

3.        Untuk mengetahui perbedaan ilmu kalam filsafat dan tasawuf.

4.        Untuk mengetahui hubungan ilmu kalam filsafat dan tasawuf.


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.      Pengertian Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf

1.      Ilmu kalam

Ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang membahas tentang dzat dan sifat-sifat Allah serta eksistensi semua yang mukmin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin islam.

Ilmu kalam biasa disebut dengan beberapa nama antara lain ilmu ushuludin, ilmu tauhid, fiqih al-akbar dan teologi islam.

 

Pengertian Ilmu kalam menurut para ahli :

a)  Syaikh Muhammad Abduh bahwa  ilmu tauhid ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah tentang sifat-sifat yang wajib tetap bagi-Nya. Sifat-sifat yang jaiz disifatkan kepadaNya dan tentang sifat mustahil dari pada-Nya.dan membahas tentang rosul Allah untuk menetapkan kebenaran risalahnya, apa yang diwajibkan atas dirinya, hal yang jaiz yang dihubungkan/dinisbatkan pada diri mereka dan hal yang terlarang / mustahil menghubungkannya kepada diri mereka.

b)  Hasbi al-Shiddieqy ilmu tauhid ialah ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menetapkan akidah agama dengan menggunakan dalil-dalil yang meyakinkan, baik dalil naqli, aqli ataupun dalil wijdani (perasaan halus)

 

2.      Filsafat

Filsafat adalah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional[3]. 

Pengertian filsafat secara umum bisa diartikan sebagai suatu kebijaksanaan hidup (filosofia) untuk memberikan suatu pandangan hidup yang menyeluruh berdasarkan refleksi atas pengalaman hidup maupun pengalaman ilmiah. Filsafat bisa juga diartikan sebagai ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu yang berdasarkan pikiran atau rasio.

 

Pengertian filsafat menurut para tokoh

a)      Harun Nasution, filsafat adalah berfikir menurut tata tertib atau logika dengan bebas (tak terikat tradisi, dogma, atau agama) dan dengan sedalam dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan.

b)      Plato( 427-347SM), filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada.

c)      Aristoteles(384-347 SM), Yang merupakan murid plato menyatakan filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda.

d)      Marcus Tullius Cicero(106-43SM), Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha untuk mencapainya.

e)      Alfarabi, filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.

 

3.      Tasawuf

Pengertian tasawuf menurut istilah atau terminologi pun diartikan secara variatif oleh para ahli sufi, berikut adalah pengertian menurut para ahli:

a)      Harun Nasution mengemukakan bahwa tasawuf adalah kata yang yang bisa dihubungkan dengan kata tassawuf ada 4 yaitu As-Habus Suffah (orang-orang yang ikut nabi pindah ke madinah), Saf(barisan), Sufi (suci), Suf(wol) semua itu dapat dihubungkan dengan tasawuf.

b)      Ibnu khaldum mendefenisikan bahwa tasawuf adalah semacam ilmu syariat yang timbul kemudian didalam agama, asalnya adalah bertekun ibadah dan memutuskan hubungan dengan segala sesuatu selain Allah, hanya menghadap Allah semata.

c)      Syekh Muhammad Al-Kurdi bahwa tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya dapat diketahui hal ihwal(perbuatan) kebaikan dan keburukan jiwa, cara membersihkannya dari (sifat-sifat yang buruk) dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji.

 

B.       Persamaan Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf

Ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf mempunyai objek kajian yang mirip. Objek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Objek kajian filsafat pun adalah masalah ketuhanan disamping masalah alam, manusia, dan segala sesuatu yang ada. Objek kajian tasawuf adalah Tuhan, yaitu upaya-upaya pendekatan terhadap-Nya. Jadi dari aspek objeknya, ketiga ilmu itu sama-sama membahas masalah yang berkaitan dengan ketuhanan.

Baik ilmu Kalam, filsafat,  maupun tasawuf bertujuan sekurang-kurangnya berurusan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran.

 

C.      Perbedaan Diantara Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf

Perbedaan diantara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf terletak pada aspek metodologinya yaitu:

1.      Ilmu kalam

a)      Sebagai ilmu yang menggunakan logika (disamping argumentasi-argumentasi naqliyah)

b)      Berfungsi untuk mempertahankan keyakinan ajaran agama yang sangat tampak nilai-nilai apologinya.

c)      Berisi keyakinan-keyakinan agama yang dipertahankan melalui argumen-argumen rasional.

d)      Bermanfaat sebagai ilmu yang mengajak orang yang baru untuk megenal rasio sebagai upaya untuk mengenal Tuhan secara rasional.

e)      Ilmu ini menggunakan metode dialektika (jadaliyah/ dialog keagamaan

f)       Berkembang menjadi teologi rasional dan tradisional.

 

2.       Filsafat

a)      Menggunakan metode rasional.

b)      Berpegang teguh pada ilmu pengetahuan melalui usaha menjelaskan konsep-konsep

c)      Berperan sebagai ilmu yang mengajak kepada orang yang mempunyai rasio secara prima untuk mengenal Tuhan secara lebih bebas melalui pengamatan dan kajian alam dan ekosistemnya secara langsung.

d)      Berkembang menjadi sains dan filsafat sendiri.

e)      Kebenaran yang dihasilkan ilmu filsafat : kebenaran korespondensi, koherensi, dan pragmatik.

 

3.      Tasawuf

a)      Lebih menekankan rasa daripada rasio.

b)      Bersifat subyektif, yakni berkaitan dengan pengalaman.

c)      Kebenaran yang dihasilkan adalah kebenaran Hudhuri.

d)      Berperan sebagai ilmu yang memberi kepuasan kepada orang yang telah melepaskan rasionya secara bebas karena tidak memperoleh apa yang ingin dicarinya.

e)      Perkembangan menjadi tasawuf praktis dan teoritis

 

C.      Hubungan  Ilmu Kalam Filsafat dan Tasawuf

1.         Hubungan ilmu kalam dengan filsafat

Ilmu kalam merupakan dispilin ilmu keislaman yang mengedepankan tentang persoalan persoalan kalam tuhan. Persoalan- persoalan kalam ini biasanya mengarah pada perbincangan yang mendalam dengan dasar-dasar argumentasi, baik raisoanal(aqliyah) maupun naqliyah. Argumentasi nasional yang dimaksudkan adalah landasan pemahman yang cenderung menggunakan metode berfikir filosofis, sedangkan argumentasi naqliyah biasanya bertendensi pada argumentasi berupa dalil-dalil quran dan hadist.

Banyak para ahli yang berpendapat bahwa ilmu kalam dan filsafat islam memiliki hubungan karena pada dasarnya ilmu kalam adalah ilmu ketuhan dan keagamaan, sedangkan filsafat islam adalah pembuktian intelektualnya.

Pembahasan bagi ilmu kalam berdasar pada Allah swt. Dan sifat-sifatnya serta hubungannya dengan alam dan manusia yang berada dibawah syari’at-Nya.

 

2.         Hubungan Ilmu kalam dengan tassawuf

Ilmu kalam sering menempatkan dirinya pada kedua pendekatan ini (aqli dan naqli), suatu metode argumentasi yang dialektika. Jika pembicara ilmu kalam hanya berkisar pada keyakinan keyakinan yang harus dipegang oleh umat islma,tanpa argumentasi rasional,ilmu ini lebih spesifik mengambil bentuk sendiri dengan istilah ilmu tauhid atau ilmu aqa’id.

Ilmu kalam dengan metodenya , berusaha  mencari kebenaran tentang tuhan dan yang berkaitan dengan Nya. Ilmu tasawuf  membicarakan penghayatan samapai pada penanaman kejiwaan manusia.Dengan metodenya menghampiri kebenaran yang bekaitan dengan perjalanan spritual menuju Tuhan.

Pada ilmu kalam ditemukan pembahasan iman dan definisinya, kekufuran dan manifestasinya, serta kemunafikan dan batasannya. Sementara pada ilmu tasawuf ditemukan pembahsan jalan atau metode praktis untuk merasakan keyakinan dan ketentraman.


 

BAB III

PENUTUP

A.      Simpulan

Ilmu kalam ialah ilmu yang berisi alasan alasan yang mempetahakan kepercayaan kepercayaan iman dengan menggunakan dalil-dalil pikiran.

Hubungan ilmu kalam filsafat dan tasawuf memiliki metodologi penyampainnya masing-masing, ilmu kalam dengan metodologinya berusaha mencari kebenaran tentang tuhan, sedangkan tasawuf dengan metodologinya berkaitan dengan perjalanan spiritual menuju Tuhan, dan filsafat dengan metodologinya berkaitan tentang alam, manusia, maupun tentang tuhan.



 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdul Rozaq dan  Rosihon Anwar, 2014, Ilmu kalam (Edisi Refisi) , CV Pustaka Setia, Bandung.

 

Muhammad Hasbi, 2015, Ilmu Kalam Memotret Berbagai Aliran Teologi Dalam Islam, Trustmedia Publishing, Yogyakarta.

 

Nunu Burhanudin, 2016, Ilmu Kalam Dari Tauhid Menuju Keadilan Ilmu Kalam Tematik,Klasik, dan Kontemporer, Prenadamedia Group, Jakarta.

 

Tri Bintang, ”Pengertian Filsafat Secara Umum, Etimologi dan Menurut Para Ahli”,www.zonareferensi.com, 

 

Anonim,”Pembahasan Tasawuf Lengkap”, www.masuk-islam.com




 



1 komentar:

HUBUNGAN ILMU KALAM, FILSAFAT, DAN TASAWUF

  HUBUNGAN ILMU KALAM, FILSAFAT, DAN TASAWUF A.       LATAR BELAKANG Mempelajari mata kuliah ilmu kalam merupakan salah satu komponen ruku...